Tag: wisata edukasi kopi

Wisata Edukasi Taman Kelinci Akrabkan Anak – Anak pada Hewan

Wisata Edukasi

Sudah akhir pekan saja nih, tapi masih bingung mau habiskan waktu bersama keluarga khususnya untuk anak-anak dimana? Bolehlah mampir ke Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Di sini, ada sebuah tempat wisata edukasi yang cocok untuk anak.

Taman Kelinci namanya. Wisata ini, tidak jauh dari lokasi pemandian air panas Pacet yang sudah terkenal seantero jagat. Lokasinya pun strategis, sehingga memudahan wisatawan dalam mencarinya. Tepatnya, sebelum menuju ke wisata air panas, lokasi ini berada persis di pinggir jalan.

 

Wisata Edukasi
Wisata Edukasi

 

MenurutĀ https://828bet.net/ memiliki lahan seluas 1000 meter, wisata berkonsep edukasi ini telah dikelola sejak 2016 lalu. Bahkan sedikitnya ada 60 ekor kelinci dari berbagai jenis. Mulai dari jenis holland lop, netherland dwarf, kelinci rex, cottontail timur, fuzzy lop america, checkered giant robbit, new zealand white dan masih banyak lainnya.

Kelinci-kelinci ini, didapatkan dari berbagai peternak yang ada di kawasan Mojokerto hingga ke daerah lain. Meski tak mudah dalam merawatnya karena memiliki jumlah yang cukup banyak, namun Muhammad Zainuri sebagai pemilik Taman Kelinci dengan sangat telaten memeriksa satu persatu setiap harinya sebelum dikeluarkan secara bebas ke dalam area taman.

Lokasi yang cukup luas, memudahkan anak-anak berlarian kesana-kemari sembari mengejar kelinci. Tak hanya itu, pengelola juga menyediahkan tempat duduk di dalam area taman dan beberapa spot foto. Namun jika ingin melihat anak-anak bermain sambil menikmati kudapan ala Pacet, pengunjung bisa duduk santai di warung pinggir taman.

Berada di ketinggian, lokasi wisata ini sangat sejuk. Semilir angin yang lembut, pemandangan sawah-sawah menciptakan kegembiraan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Oh ya, jangan takut berkotor-kotor ria bersama para hewan yang menggemaskan ini.
Karena pengelola juga menyediakan tempat cuci tangan maupun kamar mandi untuk para pengunjung. Sehingga memudahkan pengunjung untuk bersih-bersih. Selain itu, ada pula tempat ibadah dan warung makan jika ingin berlama-lama menghabiskan waktu di sana.

Selama berada di dalam area taman, pengunjung boleh memberikan makanan untuk kelinci. Dan setiap pengunjung yang datang, pengelola akan memberikan satu ikat wortel berisi tiga sampai empat buah untuk konsumsi kelinci. Tapi, kalau kalian mau bawa worter sendiri diperbolehkan loh!!

Kalau sudah puas bermain di area Taman Kelinci, mampir juga ke Kebun Stroberi yang masih satu lokasi. Di kebun ini, pengunjung diperbolehkan memetik sendiri buah stroberi yang sudah matang. Atau boleh mengambil buah yang sudah dipetikan oleh pengelola.
Jika di taman kelinci pengunjung akan mendapatkan satu ikat wortel, lain pula di kebun stroberi ini. Setiap pengunjung yang datang, akan diberikan satu cup es krim atau jus stroberi sebagai bonusnya. Menikmati yang segar di tempat yang dingin, sungguh nikmat bukan!!

Untuk tiket masuk ke masing-masing wisata ini, hanya dibandrol harga Rp 10 ribu setiap orang. Sudah murah, dapat bonus pula. Mau coba! Segera kunjungi.

Mengulik sedikit soal wisata ini, dulunya lokasi ini merupakan area persawahan yang menghasilkan aneka palawija dan sayur-mayur yang kerap dikirim ke berbagai daerah. Namun, di tahun 2016 para pemilik lahan yang tergabung dalam Kelompok Tani Padusan pun mulai berinisiatif untuk memanfaatkan lahannya sebagai tempat wisata.

Ini tidak lepas dari banyaknya bangunan-bangunan beton yang berdiri kokoh di area sekitar, membuat para pemilik lahan memilih banting setir. Dari petani menjadi pengelola tempat wisata. Karena tak mau kehilangan mata pencaharian, mereka pun mulai berinovasi.

“Awalnya, kami hanya ingin melestarikan lahan ini saja supaya tidak tergusur dengan bangunan. Karena sudah banyak sawah yang dijual kepada pengusaha untuk dijadikan vila. Untuk itu, kami memilih beralih profesi dengan mempertahankan keasrian sebagai inovasi baru,” kata Muhammad Zainuri.
Meski dari kelompok tani baru dua orang yang memanfaatkan lahannya sebagai tempat wisata, namun tidak menutup kemungkinan tahun ini akan menambah inovasi wisata baru yang masih satu area ini. “Rencannya ada wisata bunga di atas taman kelinci dan kebun stroberi,” imbuh pria 33 tahun ini.

Ia pun menaruh harapan, dengan adanya inovasi dari kelompok tani yang memanfaatkan lahanya sebagai area wisata dapat membawa perubahan yang siginifikan kedepannya. Sehingga pemerintah lebih tergerak untuk memperhatikan nasib para petani yang mulai kehilangan lahannya karena dikuasai oleh pemilik lain.