4 Polusi Bagi Bumi yang Semakin Renta

polusi bagi bumi
polusi bagi bumi
polusi bagi bumi

Menurut situs judi bola online terbaik dunia ada yang bilang, umur bumi telah kian renta. Konon, usia yang telahmenjangkau miliaran tahun ini nggak bakal bertahan lama. Bahkan mulaihadir klenik-klenik yang merundingkan embusan terakhir napas bumi. Ada yang memprediksi sejumlah kiamat, di tahun 2012 lalu, 2020, 2030, dan seterusnya. Kalau berkata kiamat, bukankah itu melulu ada di tangan Yang Maha?

Tapi bila melihat dari suasana dan situasi bumi anda ini, rasanya prediksi—terlepas dari keyakinan pada paranormal—kiamat dapat saja terjadi, bahkan dapat juga dalam masa-masa dekat ini. Pasalnya, tidak sedikit faktor yang menciptakan para peneliti yakin bumi nggak bakal bertahan lama. Seperti polusi yang paling meresahkan semua masyarakat bumi ini. Yuk simak pembahasan ini!

1. Pertama, sampah yang mengalir dari sungai ke sungai sampai bermuara ke lautan. Di Indonesia, justeru bule yang geram melihatnya!
Di sepanjang sungai, kita dapat dengan jelas menyaksikan bagaimana sampah-sampah terseret arus sampai bermuara ke lautan. Ekosistem laut terganggu, masyarakat kesusahan menggali air bersih, banjir di mana-mana, timbul bau lahak di sepanjang aliran sungai, dan sebagainya. Dan inikisah lama di negeri kita. Minimnya kepedulian bakal lingkungan sehat.

Justru, urusan ini menjadi perhatian untuk dua WNA yang tumbuh besar di Bali yang menyaksikan betapa buruknya situasi sungai Citarum. Adalah Sam dan Gary Bencheghib yang berinisiatif untuk mencuci sungai Citarum,sebab dinilai ini sungai yang sangat berpolusi di dunia. Dengan memakai kayak yang tercipta dari botol-botol nggak terpakai, mereka menyusuri aliran sungai dengan membawa segala macam sampah.

Rendahnya kesadaran orang-orang di dekat sungai Citarum menciptakan kedua kakak-beradik ini nggak berakhir pikir. Padahal mereka memanfaatkan aliran sungai ini untuk kebutuhan sehari-hari. Rasanya memang kesadarananda perlu diolah deh!

2. Jangan salah, polusi suara juga dapat mengganggu kehidupan loh. Berbagai penyakit dapat mendera siapapun juga
Orang mana yang nggak terganggu dengan suara yang bising, laksana di jalanan kota? Banyak peneliti yang mengungkapkan bahwa polusi suarapaling berbahaya untuk kesehatan, laksana penurunan kinerja telinga yang tidak jarang berdenging, susah tidur, kehilangan ingatan, kamampuan kognitif, desakan darah tinggi, sampai mengakibatkan serangan jantung dan stroke. Pernah terjebak macet di jalanan dan orang-orang membunyikan klakson segila itu? Derita kita dibuka dari situ, Guys!

3. Terlihat sepele, namun ternyata polusi visual juga berdampak burukuntuk banyak orang. Nggak pernah terpikirkan, bukan?
Polusi visual adalahpolusi yang sehubungan dengan estetika, mengacu padaakibat polusi yang mengganggu keterampilan orang-orang untuk merasakan pemandangan. Singkat kata, polusi ini adalahmenjamurnya sampah-sampah visual yang ada di dekat kita. misal konkretnya, laksana baliho, spanduk, banner, iklan, poster kampanye partai, yang semuanya terpasang di jalanan, yang sama sekali melalaikan nilai estetika. Alhasil, visibilitasmasing-masing orang terganggu.

Bahkan, seorang budayawan sekaligus penggiat Reresik Sampah Visual,menuliskan bahwa sampah visual ini bisa berdampak fatal. Seperti di Jogja, urusan ini dapat membuat Jogja kehilangan kekuatannya sebagai kota wisata, budaya, dan pelajar. Karena di masing-masing ruangtersingkap hijau, taman kota, trotoar, tiang listrik, bangunan heritage,sampai trotoar, menjadi lahan untuk sampah visual. Sementara bila hal ini dibatasi, sampah visual yang mempunyai izin resmi dapat mengurangi Pendapatan Asli Daerah di masing-masing kota. Galau, kan? Tapi, bagaimana seseorang dapat nyaman dengan suasana seperti ini?

4. Inilah yang paling dirasakan sebelah mata, polusi cahaya. Terkesan receh, namun dampaknya tidak boleh ditanya!
Beda lagi dengan polusi yang satu ini. Polusi cahaya menjadi di antara keresahan yang sama sekali nggak dianggap. Pasalnya, laksana simalakama, semakin terang sebuah tempat, semakin senang pula seseorang guna mendiaminya. Padahal, tingginya penerangan pada suatu tempat bisadominan buruk untuk setiap insan. Inilah yang dinamakan polusi cahaya; akibat buruk atas cahaya produksi (artifisial).

Polusi ini merupakan akibat dari industrialisasi; lampu-lampu taman, bangunan, perkantoran, papan reklame, lampu stadion, dan sebagainya. Penerangan yang dilaksanakan secara masif dan nggak efektif berikut yangmengakibatkan langit malam tertutup oleh cahaya buatan, sampai-sampai kita kendala untuk menyaksikan bintang-gemintang tanpa teleskop—bahkanperangkat ini pun telah mulai kesusahan sehingga semua astronom nggak leluasa dalam bekerja.

Di samping itu, akibat buruk pun terjadi pada makhluk hidup. Hewan-hewan yang kehilangan navigasi, laksana bayi kura-kura yang pengen ke laut dengan mengekor pantulan cahaya dari air, dan sebagainya. Sementarauntuk kita, jam biologis kita dapat terganggu dengan rancunya pemakaian lampu di masa-masa pagi, siang, sore, dan malam. Untuk ketika ini sih memang belum terasa, namun lambat laun, tidak boleh ditanya.

Kalau menyaksikan prediksi batas umur bumi, rasanya ngeri juga, kan? Tapi balik lagi, tanpa adanya kesadaran kita semua penghuninya guna merawat bumi, bukan nggak barangkali prediksi itu dapat saja tepat. Keberlangsungan bumi terdapat di tangan anda sendiri loh!

Uncategorized

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *